"Waktu sangat berharga dan kamu tidak boleh menyia-nyiakannya," katamu dengan senyum manis.
Hal ini yang membuatku tidak jenuh, kata-katamu meyakinkanku untuk tak berpaling. Seandainya saja pada waktu itu aku menyahutnya, mungkin aku akan mengatakan "Jika waktu sangat berharga. Maka, waktuku adalah kamu dan aku tidak akan menyia-nyiakannya". Tapi aku hanya diam menikmati ucapanmu, menatap wajahmu, menganalisis senyummu, dan sudahlah. Aku tidak pandai caranya bercerita.
Tertanda: Dalsan Kika
Mak lebur ke lay alay nanπππ
BalasHapus