Kamis, 09 Desember 2021

Tentangmu | Bagian Satu



Terima kasih telah rela membuang waktunya hanya untuk membaca kalimat-kalimat yang tak tau cara menyelesaikannya. Terima kasih juga pada engkau —orang yang hanya menanam benih rindu, tanpa menjelaskan caranya titik temu. Terima kasih untuk diriku yang telah rela mengikhlaskannya sebagai kenangan, walau pada ujungnya khayalan tentang kenangan itu ingin sekali aku bawa ke atas pelaminan. Tapi, sayangnya..... Ah, kamu hanya menganggapku bercanda.

"Waktu sangat berharga dan kamu tidak boleh menyia-nyiakannya," katamu dengan senyum manis.

Hal ini yang membuatku tidak jenuh, kata-katamu meyakinkanku untuk tak berpaling. Seandainya saja pada waktu itu aku menyahutnya, mungkin aku akan mengatakan "Jika waktu sangat berharga. Maka, waktuku adalah kamu dan aku tidak akan menyia-nyiakannya". Tapi aku hanya diam menikmati ucapanmu, menatap wajahmu, menganalisis senyummu, dan sudahlah. Aku tidak pandai caranya bercerita.


Tertanda: Dalsan Kika

Jumat, 20 November 2020

Puisi Kentut

 kentut.

Karya: Khosnan Molyadi


Ketika rembulan tak mau menampakkan cahaya, kesemutan asap-asap hijau berhela di selangkangan ku. Kemudian rembulan panik.... Saat itu juga Meronalah wajah mu dengan cemas. Rembulan mulai Berdialog dengan kentut. Enyah dengan suara merdunya. Menghempas pada anus, Pret.... Nikmat


Kentut ku tanpamu bukanlah alasan untuk tetap tersenyum.

Tentangmu | Bagian Satu

Terima kasih telah rela membuang waktunya hanya untuk membaca kalimat-kalimat yang tak tau cara menyelesaikannya. Terima kasih juga pada eng...